Ikasabhatansa Blog

Kumpulan konten berupa artikel, foto, video baik tentang informasi umum maupun kegiatan Ikasabhatansa

SUNARYO LEGENDA VOLI SABHATANSA

Perjalanan karier Sunaryo di dunia bola voli di awali saat dia diterima di SMAN 7 Malang pada tahun 1982. Saat itu SMAN 7 Malang masih jadi satu dengan SMAN 4 Malang. Pada saat penjurusan Sunaryo masuk di jurusan IPS 1. Era tahun 80 an adalah masa kejayaan SMAN 4 Malang. Nama SMAN 4 terkenal sangat hebat di bidang olah raga khususnya bola voli. Sudah seringkali menjadi juara lomba antar pelajar se wilayah Malang. Untuk menjaring bibit-bibit pemain, maka secara rutin SMAN 4 mengadakan lomba bola voli antar kelas. Tujuannya jelas untuk regenerasi agar prestasinya tetap terjaga. Dari lomba antar kelas itulah nama Sunaryo mulai diperhitungkan. Kelasnya yang memang mayoritas penggila olah raga menyabet juara ke 3. Sebetulnya anak-anak IPS 1 juga piawai dalam bermain basket. Tapi prestasinya belum semoncer bola voli.

SUNARYO LEGENDA VOLI SABHATANSA

Pada tahun 1982 itu juga SMAN 4 Malang mengikuti lomba bola voli antar SMA se wilayah Malang. Sunaryo yang permainannya memang cukup menonjol saat lomba antar kelas di rekrut sebagai salah satu pemain. Bersama Bayu, Sudar, Takim dan Agus, Sunaryo membela tim voli SMAN 4 Malang. Saat lomba antar SMA itulah bakat Sunaryo makin terlihat. Permainannya sangat cekatan dan lugas. Sunaryo adalah seorang pemain dengan kemampuan sebagai All round spiker, dia adalah  pemain yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sangat baik. Dia sangat pintar dalam mengolah bola-bola semi tanggung untuk diarahkan ke bidang permainan lawan. Disamping itu Sunaryo juga bertipikal Smasher, dia mampu melakukan smash dengan sangat baik saat melakukan serangan. Smashnya setajam silet, sangat menyakitkan bagi tim lawan. Trik-triknya juga seringkali tidak terbaca oleh lawan. Tak heran jika nama Sunaryo selalu termasuk dalam tim utama. Alhasil, babak penyisihan pun bisa dilalui oleh Sunartyo dan kawan-kawan dengan mudah.

Setelah mampu melewati babak penyisihan, permainan tim SMAN 4 Malang tidak mengalami penurunan performa, tapi justru makin menggila. Semua lawan dilibas tanpa ampun. Seperti halnya tim SMAN 4 tim bola voli dari STM Nasional juga bermain sangat bagus. Mereka juga telah lolos dari babak penyisihan. Jelas sekali tim bola voli STM Nasional adalah pesaing utamanya tim bola voli SMAN 4 saat itu. Tim bola voli STM Nasional juga memiliki kemampuan merata di semua lini.

Akhirnya babak final yang dinanti-nanti itupun datang juga. Sebuah final ideal yang mempertemukan dua tim terkuat di Malang. Kedua tim sama-sama memilik mental juara. Bisa dipastikan pertandingan pasti akan berlangsung seru. Pertandinganpun dimulai. Kedua tim saling jual beli serangan. Sekor demi sekor dikumpulkan oleh kedua tim dengan sangat ketat. Namun lagi lagi Dewi Sandra eh maaf, Dewi Fortuna berpihak ke SMAN 4. Akhirnya dengan susah payah dan perjuangan mati-matian tim bola voli SMAN 4 keluar sebagai juara. Sukses membawa tim voli SMAN 4 membuat nama Sunaryo menjadi bidikan utama tim pencari bakat klub Vini Vidi Vici. Gayung bersambut, akhirnya Sunaryo bergabung dengan Vini Vidi Vici, sebuah klub bola voli paling sukses di Malang kala itu.

Sejak bergabung dengan klub Vini Vidi Vici, kemampuan bermain Sunaryo makin berkembang. Bermain untuk tim sebesar Vini Vidi Vici tentu tidak mudah, persaingan antar pemain pastinya sangat ketat. Namun Sunaryo bertekad untuk mampu melewati itu semuanya.

Tahun 1983 saat SMAN 7 Malang memiliki gedung sendiri di Jalan Kendalsari, maka seluruh siswa angkatan 1982 juga ikutan pindah. Demikian pula Sunaryo. Dia yang selama di SMAN 4 terbiasa dengan fasilitas olah raga yang mumpuni harus menelan kekecewaan manakala mendapati di sekolah yang baru minim sekali fasilitas olah raganya. Namun seorang petarung pantang larut dalam kekecewaan. Sunaryo mampu membangkitkan semangat berlatih anak-anak SMAN 7 Malang. Pak Ghani guru olah raga kala itu memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Sunaryo untuk membentuk dan melatih tim bola voli SMAN 7 Malang. Tim dari kelas 2 IPS 1 harus di tambah dengan tim pelapis. Akhirnya ditemukan bakat alami dari siswa baru, yaitu kelas 1. Dia adalah Slamet Sutrisno (sekarang sudah almarhum).

Selama melatih tim voli SMAN 7 Malang Sunaryo tetap miniti karier di tim yunior klub Vini Vidi Vici. Ilmu yang dia perolah dari klub dia tularkan di tim voli SMAN 7 Malang. Permainan tim SMAN 7 Malang bentukan Sunaryo ternyata tidak dapat dipandang sebelah mata. Namun kemampuan itu belum teruji dalam arena lomba. Sunaryo bercita-cita untuk membawa timnya meraih prestasi terbaik di Malang.

Kesempatan itu akhirnya datang juga. Pada tahun 1984, tim voli SMAN 7 Malang ikut serta dalam lomba antar SMA se wilayah Malang dalam rangka Dies Natalis STIKEN Jayanegara Malang. SMAN 7 mendaftarkan tim voli putra dan putri. Tim putra terdiri dari:

1.Sunaryo (IPS 1) 85

2.Kusmanan(IPS 1)85

3.Didik Suprayoga (IPS 1) 85

4.Albertus ( IPS 1) 85

5.Rachman Hariadi( IPS 1) 85

6. Rochman (IPS) 85

7.Sukriyanto (IPA) 85

8.Slamet Sutrisno 86

9.Bambang 87

Sedangkan tim putri terdiri dari:

1.Rini Yuliati (IPS 1 85)

2.Yuni W. (IPS I 85)

3.Indah.S (IPS I 85 )

4.Nunik  (IPS I 85 )

5 Etik.S (IPS 1 85)

6.Rini Suwito (IPS 2 85)

7.Lulut (IPS 2 85)

8.Suci (IPS 2 85)

9.Dewi (Ipa 85)

10.Lilik.Isti.s (IPa)

Sebagai kapten tim adalah RINI YULIATI

Perlombaan dimulai, tim putra dan putri SMAN 7 berhasil lolos pada babak penyisihan. Penampilan tim voli putra semakin kompak setelah melewati babak penyisihan, mereka terus melaju. Namun keberhasilan tim putra tidak diikuti oleh tim putri. Langkah tim voli putri terhenti manakala harus mengakui kedigjayaan tim voli putri SMAN 4 Malang. Laju tim voli putra seakan tak terbendung. Semangat membara dan rasa kebersamaan yang tinggi membuat tim putra menemukan kemampuan terbaiknya. Di semifinal mereka mampu mengalahkan tim voli dari SMA Taman Madya. Padahal Taman Madya saat itu merupakan tim kuat. Tak ada yang menyangka tim yang baru lahir itu laksana David yang mampu mengalahkan raksasa Goliath. Dipertandingan semifinal lainnya seperti diduga SMAN 4 mampu menekuk rival abadi mereka yaitu STM Nasional.

Pertandingan final bola voli putra yang mempertemukan tim SMAN 4 Malang melawan SMAN 7 Malang itu bagaikan reuni antara kakak dan adik. Kedua tim sudah saling mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hari itu seolah terjadi bolos masal di SMAN 7 Malang. Sebagian besar siswanya ngelurug ke Ciwulan. Mereka ingin mendukung perjuangan tim voli putra melawan tim SMAN 4 sebuah tim yang sudah menjadi langganan juara.  Di posisikan sebagai tim underdog ternyata malah melecut semangat juang anak-anak SMAN 7 Malang. Dibawah komando Sunaryo pemain sekaligus pelatih, mereka bermain layaknya banteng ketaton. Ditambah lagi dukungan suporter yang tak henti-henti meneriakkan yel-yel membuat pertandingan makin lama makin seru. Sempat terjadi beberapa insiden kecil, namun tidak sampai terjadi tawuran masal. Pada pertandingan yang super ketat itu akhirnya mental juaralah yang menentukan. Perjalanan tim bola voli putra kebanggan SMAN 7 Malang akhirnya terhenti oleh saudara tua.

Pulang ke sekolah dengan membawa predikat juara ke 2, bagi tim yang masih bayi tentunya membawa kebanggan tersendiri. Tidak saja bagi Sunaryo dan para siswa, tapi seluruh warga SMAN 7 termasuk kepala sekolah, guru dan para karyawan. Tawa riang bercampur tangis haru mewarnai SMAN 7 Malang. Sunaryo pemain sekaligus pelatih itu mampu memberikan piala pertama bagi SMAN 7 Malang. Sebuah kisah epik yang patut dikenang oleh generasi milenial. Sebuah perjuangan melawan kemustahilan.

Pada tahun berikutnya giliran tim voli putri yang menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang turnamen khusu putri yang diselenggarakan oleh Universitas Widya Gama Malang, tim voli putri SMAN 7 berhasil masuk 4 besar. Itu adalah catatan pencapaian terakhir dari seorang legenda bernama Sunaryo Karena pada tahun 1985 Sunaryo lulus dan harus meninggalkanSMAN 7 Malang.

Sunaryo tetap menekuni bola voli, dari tim yunior klub Vini Vidi Vici sampai menembus tim senior. Bakat dan semangat belajarnya yang tinggi membuat dia menjadi salah satu pemain serba bisa. Didukung dengan postur tubuh ideal dia mampu menempati posisi apa saja. Dia memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya. Di klub inipun lambat laun posisi Sunaryo tak tergantikan. Sunaryo juga memperkuat tim voli Malang mulai dari yunior sampai senior.

Setelah berhenti menjadi pemain, Sunaryo sempat jadi pelatih voli kota Malang. Sambil beraktifitas sebagai karyawan di Dispenda Kota Malang Sunaryo masih terus saja menggeluti olah raga voli. Kini setelah memasuki masa pensiun, Sang Legenda itu tinggal menikmati hari tuanya dengan momong cucu kesayangannya. RUTAM NUWUS SAM, semoga jasamu membesarkan nama SMAN 7 menjadi ladang amalmu. (Cak Met)

Share Now:

6 Responses

  1. Wah ..jadi ingat masa kejayaan voli sma7 , kalau gk salah anak IPA juga ada lo yg ikut , namanya Lambang….

  2. Matur Suwun Cak Met
    Sdh menulis tentang hobbyku,
    Memang yg sangat terkesan sampai skg dan buat cerita ke Anak2ku waktu juara 2 kejuaraan antar SMA se-kota Mlg DI STIKEN ..dgn pemain terbatas dan SMA paling New… dari hsl kejuaraan itu SMAN 7 mulai diperhitungkan di kejuaraan antar SMA ,tp sy dan Temen2 tdk bs mengikuti ke juaraan lagi Krn sdh Lulus…
    Smg SMAN 7 MALANG Bekiprah terus dibidang apapun..dan smg kita smua diberikan Kesehatan terus Aamiin Yaa Rabbal Alamiin ??
    # Salam IKA SABHANTANSA ?? #
    ** Mantab Cak Met..tetap semangat Nulisnya ??**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter