Ikasabhatansa Blog

Kumpulan konten berupa artikel, foto, video baik tentang informasi umum maupun kegiatan Ikasabhatansa

Sekar Indrasari Melawan Penyakit Jantung dan Gagal Ginjal

Tulisan ini saya buat dengan tujuan agar pembaca bisa terinspirasi oleh perjuangan Sekar Indrasari dalam melawan penyakit jantung dan gagal ginjal. Agar pembaca tidak mudah putus asa dalam menghadapi cobaan hidup, khususnya yang berupa penyakit.

Malam itu Sabtu, 7 Desember 2022 Sekar ngotot mengajak kami untuk nonton pergelaran musik live di sebuah cafe. Kami agak keberatan karena khawatir akan kesehatannya. Namun dia tetap keukeuh dan berjanji hanya akan menonton, tidak ikut nyanyi.

Nyatanya ketika melihat live music darah seni dan jiwa musisinya bergejolak. Apalagi ketika Ari, sang vokalis yang sedang perform meminta Sekar untuk tampil diatas panggung. Iapun beranjak dari tempat duduknya, naik ke atas panggung sambil senyam senyum penuh percaya diri. Tak sedikitpun nampak bahwa dia adalah penyandang penyakit jantung dan gagal ginjal.

Sekar Indrasari yang tengah bergulat dengan penyakit jantung dan gagal ginjal, masih sanggup perform di atas panggung
Sekar Indrasari yang tengah bergulat dengan penyakit jantung dan gagal ginjal, masih sanggup perform di atas panggung

Di atas panggung ia melempar joke-joke segar yang disambut tawa renyah para pengunjung cafe. Alhasil di Rumah Makan Simpang Luwe Malang, malam itu Sekar menyanyikan 3 buah lagu dengan penuh semangat. Padahal 5 hari lagi, tepatnya tanggal 12 Januari 2023 dia harus menjalani operasi pemasangan 2 ring untuk jantungnya.

Tidak ada sedikitpun gurat kesedihan diwajahnya malam itu. Bahkan ia masih bisa mengajak pengunjung bercanda di sela-sela senandungnya. Malam itu Sekar benar-benar menjelma diva yang mampu menularkan energi positif bagi sekitarnya, terutama teman-teman dekatnya. Dia memang diva yang sesungguhnya, baik di atas panggung maupun dalam kehidupan.

***

Minggu pagi, 15 Januari 2023 Sekar menelpon saya. Sambil terisak dia bercerita bahwa  operasi yang dijalaninya gagal. Sahdan sumbatan di jantungnya sudah sangat parah dan harus diganti dengan ring yang ukurannya lebih besar dan panjang.

Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa fungsi jantungnya tinggal 5 persen. Ditambah dengan gagal ginjal, dari sudut pandang medis lumrahnya dia sudah meninggal. Maka dokter memerintahkan untuk istirahat total dan  melarangnya untuk melakukan aktivitas menyanyi. Sebab menyanyi membutuhkan banyak energi yang memaksa jantung bekerja ekstra keras.

Sekar Indrasari ketika dirawat di ruang ICU, berjuang melawan penyakit jantung dan gagal ginjal
Sekar Indrasari ketika dirawat di ruang ICU, berjuang melawan penyakit jantung dan gagal ginjal

Masih dengan suara terisak Sekar melanjutkan curhatnya. Kepada dokter yang menanganinya ia bilang bahwa dia tidak bisa meninggalkan aktivitasnya sebagai penyanyi. Sebab menyanyi itulah yang selama ini menguatkan hidupnya. Menyanyi dan bertemu dengan banyak orang membuatnya bersemangat.

Bagi Sekar menyanyi bukanlah semata untuk profesi, melainkan juga sebagai sarana refreshing dan healing. Penghasilannya dari menyanyi sebagian besar hanyalah untuk memberi makan kucing-kucing liar. Sebab secara ekonomi Sekar sebetulnya sudah berkecukupan dari beberapa rumah kos miliknya.  Selain itu untuk biaya hidupnya juga sudah ditanggung oleh anak-anaknya yang sudah sukses dan punya penghasilan sendiri.

***

Masih di hari yang sama sekitar pukul 11.00; saya, Partington, Cak Su dan Roni sedang asyik ngobrol di Ram Studio milik Ramdhoni. Seperti biasanya setiap Hari Minggu ada jadwal take vokal. Kami masih menunggu beberapa teman ketika terdengar suara motor berhenti dan diparkir disebelah timur pintu gerbang studio.

Seorang perempuan berjilbab dan memakai masker turun dari motor. Kami bertanya-tanya siapakah dia. Saya sendiri mengira itu adalah istri Roni. Didepan pintu masuk perempuan itu mengucapkan salam. Serentak kami menjawab salamnya. Diapun langsung masuk dan menyalami kami semua.

Betapa terkejutnya kami ketika menyadari bahwa dia adalah Sekar. Seperti biasa, setiap kehadirannya selalu bisa menghadirkan tawa. Jiwa entertainmentnya mampu menhibur kami semua. Padahal seharusnya dialah yang butuh hiburan. Rupanya menghibur orang lain tersebut adalah cara Tuhan untuk menguatkan Sekar.

***

Sabtu 4 Februari 2023, sekali lagi Sekar ngotot mengajak kami untuk nonton band di Kayu Tangan Heritage. Kebetulan yang main saat itu adalah Bettermen, salah satu band yang cukup punya nama besar di kota Malang. Saya sebetulnya enggan untuk keluar rumah sebab cuaca sedang gerimis.

Sekitar pukul 6 sore Sekar menelpon. Dengan suara memelas dia minta saya untuk hadir dan berduet membawakan lagu Here Again. Akhirnya selepas isya’ saya berangkat. Sesampainya di Kayutangan terlihat beberapa alumni SMAN 7 sudah berkumpul. Malam itu Bettermen sungguh tampil maksimal, setiap penampilannya selalu disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Sekitar pukul setengah sepuluh malam, saya dan Sekar maju mendekati anak-anak Bettermen. Sekar mempersilahkan saya menyanyi terlebih dahulu. Sebenarnya saya tidak terlalu fit karena pinggang yang kaku seperti kecethit. Namun the show must go on.

Sesaat setelah saya selesai membawakan lagu Comeback To Me dari URIAH HEEP dan Kemaraunya group band PRAMBORS, Sekarpun menemani saya bernyanyi. Membawakan Here Again bagi Sekar seolah sudah seperti ritual wajib. Lagu itu seolah mampu membawanya ke masa lalu. Dan dia selalu bersyukur bahwa dalam usianya yang sudah mencapai 56 tahun, ia masih berkesempatan untuk berkumpul dengan teman-temannya. Video berikut menjadi bukti betapa saktinya Sekar    https://youtu.be/4xF5cc93GJs

***

Minggu, 5 Februari 2023 pukul 10.00 Sekar mengabarkan kalau posisinya masih di rumah sakit setelah cuci darah jam 5.00 dini hari tadi. Sambil menunggu proses cuci darah selesai dia menghubungi beberapa teman via Whatss App, mengatakan bahwa proses cuci darah akan selesai jam 11.00 siang. Dia bilang kalau harus kuat karena masih banyak tugasnya yang belum terselesaikan. Bekal untuk kehidupan di akhirat juga masih kurang. Sejurus kemudian dia pamit untuk istirahat.

Pukul 12.32 Dia kirim video pendek berisi nasi kuning. Ternyata dia masih sempat juga bikin nasi kuning. Maka hari ini menu makan siang di studio adalah rica-rica menthok dan nasi kuning. Hingga lepas maghrib proses pengisian vokal belum kelar. Saya pamit pulang lebih dulu karena ada tahlilan di masjid depan rumah saya. Kabarnya hari itu Sekar pulang dari studio sekitar jam 9 malam. Tentu saja tidak langsung tidur sebab diluaran sana masih berkeliaran kucing-kucing malang yang menunggu uluran tangannya.

***

Bercerita tentang Sekar seolah berceita tentang Super Hero yang tak terkalahkan. Kita semua tahu, bahwa penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang berkembang lambat tapi sangat berbahaya dan mematikan. Kebanyakan orang mengira penyakit yang mematikan itu adalah penyakit yang berkembang cepat, tetapi faktanya tidak demikian.

Seperti dikutip dari Healthline,  data menunjukkan mereka yang meninggal justru sebanyak 68 persennya akibat penyakit yang berkembang lambat. Ketika seseorang di vonis terkena penyakit jantung dan diharuskan pasang ring, biasanya mereka akan merasa sedih, putus asa dan kehilangan semangat hidup. Apalagi jika ditambah vonis gagal ginjal, hampir bisa dipastikan dunia terasa hampa gelap gulita. Mungkin yang dirasakan hanya ingin cepat-cepat mati saja.

Namun Sekar Indrasari malah sebaliknya. Ketika dokter memvonis fungsi jantungnya tinggal 5 persen plus gagal ginjal, ditambah lagi secara medis seharusnya dia sudah meninggal; sebagai manusia biasa awalnya Sekar tentu saja merasa sedih, takut dan putus asa. Namun hal itu tak berlangsung lama, wanita kelahiran 22 Desember 1966 itu mampu bangkit dan menunjukkan semangat hidup yang luar biasa. Dia menjalani cuci darah 2 kali seminggu dengan sabar, belum lagi dalam kurun waktu tertentu jantungnya harus di strom supaya kuat memompa darah.

Dia hanya ingin mempergunakan sisa hidupnya untuk berbagi kebaikan. Dia berprinsip bahwa penyakit itu bisa di lawan dengan semangat, doa dan ikhtiar. “Takdir memang hak prerogatif Tuhan, tapi sebagai manusia yang beriman saya yakin takdir bisa dirubah dengan ikhtiar dan doa” demikian katanya. Sekar mungkin bukan ahli agama, tapi perilaku dan kepasrahannya dalam menjalani takdir Tuhan sungguh luar biasa.

Kembali Sekar bercerita mengenai awal mula dia divonis dokter terkena penyakit komplikasi jantung koroner plus gagal ginjal. Gejala awalnya seperti masuk angin, badan lemes keluar keringat dingin. Tak lama berselang dalam hitungan hari dia langsung lumpuh total. Selama 29 hari dia menjalani perawatan di ruang ICU karena hidupnya harus ditopang oleh bermacam selang dan kabel. Setelah mampu melewati masa kritis, 7 bulan kemudian dia masih harus menjalani hidupnya di atas kursi roda.

Saat itu seluruh aktivitas berkesenian Sekar terhenti. Tapi penyanyi senior Malang Raya ini tidak bisa meninggalkan aktivitas lainnya yaitu memberi makan kucing-kucing liar, bahkan tak jarang dia rela membawa ke dokter hewan jika menemui kucing yang sakit atau mengalami kecelakaan. Kalau pun ada jadwal terapi, aka dia akan minta tolong orang lain untuk menggantikan tugasnya ngrumat kucing-kucing malang itu. Keinginannya untuk menolong sesama makhluk Tuhan itu membuat semangat hidup Sekar bangkit. Dia tidak mau menyerah, dia berupaya untuk sembuh, karena dia yakin penyakit bisa dilawan.

Sekar Indrasari tetap memancarkan aura positif di tengah teman-teman alumni Sabhatansa
Sekar Indrasari tetap memancarkan aura positif di tengah teman-teman alumni Sabhatansa

***

Oh iya. Saya lupa memperkenalkan siapa Sekar Indrasari sebenarnya. Supaya pembaca dan para fans beratnya tidak penasaran dan larut dalam kesedihan, saya akan bercerita kilas balik mengenai siapa itu Sekar Indrasari.

Sekar Indrasari adalah teman seangkatan saya di SMAN 7 Malang. Saya jurusan IPA sedangkan Sekar jurusan IPS. Bagi kaum Adam seperti saya, dahulu nama Sekar cukup populer. Sebaliknya saya yakin Sekar tidak mengenal saya hehehe. Penampilannya tomboy, berambut kriwul bak Jenifer Beals bintang film Flash Dance. Memakai seragam setelan rok abu-abu dengan ukuran panjang sedikit diatas lutut dan baju putih yang di lipat bagian lengannya.

Tidak seperti kebanyakan teman seangkatan kami yang mayoritas jalan kaki atau ngonthel, Sekar berangkat pulang ke sekolah naik sepeda motor. Terkadang naik motor berwarna merah, kadang juga naik motor warna hitam. Sesekali juga diantar jemput. Pendek kata sejak dulu sudah terlihat aura keartisannya.

Kami sama-sama lulus tahun 1986. Sejak lulus sekolah kami tidak pernah lagi ketemu satu kalipun. Sampai suatu saat kami ketemu di KTI, sebuah cafe di Jalan Karya Timur sebelah utara perempatan Ciliwung Malang. Saya ingat betul saat itu Sekar dengan semangatnya menyanyikan bebarapa lagu oldies. Tentu saja saya dan Charles, gitarisnya waktu itu yang sama-sama alumni SMAN 7 sangat senang sebab sudah 37 tahun tak pernah jumpa. Kondisi Sekar saat itu terlihat prima, dia bahkan mampu membawakan lagu dengan nada-nada tinggi dengan sempurna.

Setelah perjumpaan di KTI itu saya sering ketemu lagi dengan Sekar. Antara lain di acara Ulang Tahun Betty di hotel Purnama Batu. Saat itu kami sempat duet lagu Kandas. Gaya bernyanyi Sekar yang energik dan menghibur mampu menghidupkan suasana. Kami menyanyi dan teman-teman lainnya berjoget bersama-sama. Sejak saat itu jika ada acara-acara yang diselenggarakan oleh teman-teman SMA, Sekar selalu berduet dengan saya dan lagu favoritnya adalah Kandas.

Beberapa bulan kemudian kami kehilangan kontak karena kesibukan masing-masing. Sampai suatu saat pas ada acara karaoke dengan teman-teman SMA di Warung Rindu tiba-tiba Sekar muncul. Wajahnya pucat pasi. Dia datang dengan diantar oleh anak-anak dan cucu-cucu nya. Dengan masih duduk di kursi roda Sekar mengajak aku duet. Ajakan yang tak mungkin kutolak. Seperti biasanya kami membawakan lagu kandas. Ternyata Sekar mampu menyanyi dengan baik. Bahkan setelah duet dengan saya dia sempat membawakan beberapa lagu lagi. Semangatnya sungguh luar biasa. Menyanyi membuat Sekar tak terlihat sakit. (Bagi yang penasaran bagaimana Sekar menyanyi diatas kursi roda silahkan tonton videonya disini  https://youtu.be/EU2QVUHMUtM )

Sekar Indrasari, tetap beraktivitas penuh semangat meskipun di atas kursi roda
Sekar Indrasari, tetap beraktivitas penuh semangat meskipun di atas kursi roda


Nah sudah tahu kan siapa Sekar Indrasari? Kalau ketemu ajak ngobrol dia ya. Pembaca yang baik, mari kita sama-sama berdoa untuk dia. Sebab Hari Sabtu, 18 Februari 2023 mendatang Sekar dijadwalkan untuk operasi pemasangan ring kembali. Sehat selalu ya Sekar, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan umur yang panjang, rejeki yang banyak dan berkah. Aamiin. (Cak Met)

Ditulis oleh: Cak Met, Editor: Rois Pakne Sekar

Share Now:

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter