Ikasabhatansa Blog

Kumpulan konten berupa artikel, foto, video baik tentang informasi umum maupun kegiatan Ikasabhatansa

Fragmen Tengah Malam dan Puisi-puisi Lain

Fragmen Tengah Malam

Melek

Waspada

Ngugemi rasa

Berikat udheng

Berkidung smara dahana

Berselimut wangi dupa

Inilah kutukan kita

Wahai.. kaum yang tak seberapa

Mesti selalu berjaga

Di wilayah perbatasan

Antara iman dan kegilaan

Malang, malam 212,  1 Desember 2016

Solilokui

Kawan, datanglah sesekali

Ke ujung jalan Kendalsari

Kau akan jumpai beribu memori

Tentang tapak-tapak kecil kaki

Yang berlarian di sela hujan

Dengan kelebat kebingunan antara

keengganan bertahan di masa kanak dan

keharusan untuk beranjak dewasa

Kawan, datanglah sesekali

Ke bumi Singhasari di akhir Januari

Selepas hujan dinihari

Kau akan mengerti arti sunyi

Malang, 27/01/2017

Nila Maharani, Penari, alumni Sabhatansa
Nila Maharani, Penari, alumni Sabhatansa

Anomali di Bulan Januari

Selalu kubayangkan Januari yang berseri

Tanah yang basah, sisa hujan dinihari

Embun di ujung daun dan rerumputan

Dan bunga-bunga bermekaran

Yang kuimpikan adalah Januari yang syahdu

Dengan perjumpaan menuntaskan rindu

Malam-malam yang basah dalam desah

Dan setetes rajuk dalam adu peluk

Nyatanya bunga-bunga asmara telah layu

Kerontang berguguran di hatimu

Tepat disaat ingin kuhirup semerbak wanginya

O, kenapa mesti kekasih

Kenapa mesti kaujerang bunga cinta

Di atas bara prasangka

 Malang, 5/01/2022

Para penari Sabhatansa
Para penari Sabhatansa

Malam Terakhir Sang Angkawijaya

O Utari permata hati

Andai esok kau terima kabar duka
Tentangku yang lampus di padang Kurusetra
Usah kau sedih
bagaimanapun nubuat mesti kupenuhi
Palastra di palagan, menunaikan bhakti

Jangan kau kenang caraku dijemput Hyang Yama
Entah dengan keris, gada, atau hujan warastra
Entah dengan tipu daya cakrabyuha

Jangan ada linangan waspa

Usah pula risau tentang kubur
Untuk layon yang telah lebur
Semayamkan saja Kakang di hati
Dengan nisan kenangan
Yang sepanjang hayat bisa kau ziarahi

Malang, 12/01/2022

Catatan:

Lampus = palastra = mati

Warastra = anak panah

Cakrabyuha = salah satu bentuk formasi pasukan dalam pertempuran

Waspa = air mata

Layon = jasad/jenazah

Ditulis oleh Rois Pakne Sekar, alumni Sabhatansa lulusan 98

Kepala Sekolah SD Mafaza Integrated Smart School Malang

Share Now:

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter